Thekartinatv.com – Air hujan selama ini sering di anggap bersih dan alami. Namun, hasil penelitian terbaru dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan fakta yang mengkhawatirkan, air hujan di Jakarta ternyata mengandung partikel mikroplastik berbahaya. Masyarakat pun di imbau agar tidak langsung mengonsumsi air hujan tanpa proses penyaringan yang memadai.
Read More : Jakarta Fashion Week 2026 Gandeng Lebih dari 100 Desainer
Temuan BRIN, Mikroplastik dalam Air Hujan Jakarta
Peneliti BRIN, Muhammad Reza Cordova, menjelaskan bahwa penelitian yang di lakukan sejak 2022 menemukan mikroplastik pada setiap sampel air hujan di Jakarta. Partikel ini berasal dari berbagai sumber aktivitas manusia di perkotaan.
“Mikroplastik ini berasal dari serat sintetis pakaian, debu kendaraan dan ban, sisa pembakaran sampah plastik, serta degradasi plastik di ruang terbuka,” ujar Reza dalam keterangannya, Sabtu (18/10).
Penemuan ini sekaligus menjadi peringatan serius bahwa polusi plastik tidak hanya mencemari laut dan tanah, tetapi juga atmosfer. Partikel plastik yang ringan bisa melayang di udara dan akhirnya terbawa turun bersama air hujan.
BRIN Imbau Masyarakat Tidak Konsumsi Langsung Air Hujan
Reza menegaskan, air hujan tidak layak untuk dikonsumsi secara langsung, terutama di wilayah perkotaan. Selain mengandung mikroplastik, air hujan juga membawa berbagai polutan dan mikroba patogen yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.
“Untuk air hujan lebih baik di hindari konsumsi langsung. Karena pada dasarnya air hujan ini ‘membersihkan’ kotoran yang melayang di udara, bukan hanya mikroplastik tapi juga berbagai polutan lain,” jelasnya.
Menurut Reza, jika ingin memanfaatkan air hujan, setidaknya harus di lakukan filtrasi berlapis dan koagulasi, di sertai dengan proses perebusan hingga mendidih. Langkah ini penting agar partikel berbahaya dapat tersaring sebelum air di gunakan.
Baca juga: Tren Makanan Plant-based Kian Digandrungi Warga Jakarta Yang Peduli Kesehatan
Dampak Kesehatan dari Mikroplastik
Reza juga mengingatkan bahwa mengonsumsi air hujan yang tercemar mikroplastik tanpa penyaringan bisa menyebabkan iritasi dan peradangan pada tubuh. Partikel mikroplastik yang masuk ke sistem pencernaan dapat menumpuk dan berpotensi mengganggu fungsi organ dalam jangka panjang.
“Dampaknya kalau konsumsi air hujan yang bercampur polutan langsung bisa iritasi dan peradangan. Jadi kalau mau konsumsi lebih baik di filter dan di masak dulu,” tuturnya.
Waspadai Polusi Plastik di Sekitar Kita
Temuan BRIN ini menjadi alarm penting bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap pencemaran mikroplastik yang kini telah menyebar hingga ke air hujan. Upaya pengurangan penggunaan plastik sekali pakai dan pengelolaan sampah yang lebih baik sangat di butuhkan untuk menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan bersama.